Palu –Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu menggelar kegiatan penerangan hukum dan penyuluhan kesehatan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), kemarin(19/09). Kegiatan ini dipusatkan di SMA Negeri 8 Palu Jalan Ragigau, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kota Palu, Elianus Yusak Tomasowa, SH MH mengatakan, selain untuk mengenalkan kepada semua siswa peranan dari kejari, melalui kegiatan ini pihaknya juga menyosialisasikan tentang bahaya penggunaan obat-obat terlarang.

Sebagaimana diketahui, saat ini sedang marak pemberitaan tentang penyalahgunaan obat-obatan terlarang, seperti yang sedang viral penyalahgunaan obat Paracetamol, Caffein, Corisoprodol (PCC). untuk kegiatan ini Kejari Palu mengandeng Dinkes Kota Palu, yang memberikan penyuluhan kepada siswa tentang bahanya obat-obat terlarang maupun narkoba .

” Inikan PCC sudah terbukti jenis narkoba, namun sama dengan bahayanya bagi tubuh karena dapat berhalusinasi,” sebutnya kepada Radar Sulteng, Selasa (19/9). Kepada semua siswa, bila menemukan obat -obat terlarang tersebut, agar segera melaporkan kepihak yang berwajib .

Selain dampak PCC, kata dia, pihaknya juga menjelaskan mengenai cyber crime, yang merupakan tindak kejahatan terjadi di dunia maya dan dianggap bertentangan dengan undang-undang yang berlaku. Salah satu kejahatan yang kerap terjadi di kalangan pelajar saat ini yaitu cyber bullying.

” Agar supaya dalam hal ini siswa dapat dengan bijak menggunakan smartphone. karena itu kami menjelaskan juga bahwa media sosial itu dapat berakibat hukum . Saya berharap masyarakat dan tingkat pelajar untuk sadar hukum ” ujarnya.

Kata dia, apalagi dikalangan pelajar itu jiwanya masih labil. Media sosial ini bisa saja membuat pelajar penasaran akibat dari apa yang mereka lihat. Dalam kata lain anak-anak itu rasa penasarannya tinggi, apalagi yang berbau tantangan.

dr. Intje Norma selaku dokter umum di Puskesmas Tipo, sebagaimana diberitakan media massa dan menjadi viral di media sosial, maraknya penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti PCC berdampak fatal, sampai memakan korban jiwa. Karena itu melalui kegiatan penyuluhan ini pihaknya berharap agar siswa bisa mengetahui bahaya dari tablet PCC dan apa kegunaan sebenarnya serta efek yang ditimbulkan jika seseorang mengkonsumsinya.

” Ya memberikan pemahaman untuk siswa ini. Sebenarnya tablet itu Paracetamol dan Caffein ini kan pada umumnya untuk obat penurun panas sedangkan Carisoprodol untuk reklasan otot, jadi tidak baik kalau disalahgunakan,” tutupnya.

Sumber : Harian Radar Sulteng, Rabu 20 September 2017 Hal. 15.