Palu –Berkas perkara Tindak Pidana dugaan Korupsi dana hibah tahun 2014 yang menjerat mantan Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palu,DG dan mantan bendahara KONI Kota Palu, KAtelah masuk dan diterima Pengadilan Negeri (PN) Palu pada selasa (3/10/2017). Hal itu dikatakan Humas PN Palu, Lilik Sigihartono, Rabu (4/10/2017). Ia menambahkan dalam perkara dua terdakwa tersebut, dimana dalam dakwaannya diancam pidana dalam Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tantang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP. Lilik menambahkan, berkas perkara yang dilimpahkan kedua terdakwah secara terpisah oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, untuk terdakwah DG dengan nomor perkara 55/Pid.Sus-TPK/2017/PN Pal dan KA dengan nomor 56/Pid.Sus-TPK/2017/PN Pal.
” Telah masuk, berkas perkaranya terpisah, kalau tidak salah sudah terdaftar sejak Selasa (3/10/2017),” Katanya.
Ia menjelaskan, atas perbuatan terdakwah itu, telah merugikan negara sekira Rp837 juta dari dana hibah yang dianggarkan Pemerintah Kota Palu pada 2014 sebanyak Rp 2,7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan yang diantaranya mengikuti Por Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2014 di Kabupaten Poso dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Ke-XIII Tahun 2014 DA Kabupaten Luwuk Banggai Sulteng.

Sumber : Harian Mercusuar 5 Oktober 2017