PALU Tugas jaksa eksekutor dalam melakukan eksekusi terpidana kasus korupsi (Tipikor) pekerjaan pembangunan Gedung Wanita (GW) pada Biro Perlengkapan Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah TA 2007, TA 2008/2009 dan TA 2010, telah usai dan lengkap.

Eksekusi dilaksanakan tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu Kamis (26/10). Eksekusi itu merupakan eksekusi bagi terpidana direktur PT.Wijaya Karya Semesta Haeruddin, selaku rekanan pelaksanaan proyek tahap III.

Kini semua terpidana kasus Gedung Wanita (GW) telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Palu, di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, guna menjalani pidana.

Semua terpidana kasus GW, sudah kita eksekusi guna menjalani pidana. Artinya pelaksanaan eksekusi GW sudah selesai, kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Efrivel kepada Radar Sulteng, Kamis (26/10) kemarin.

Dia menjelaskan yang terakhir pelaksanaan eksekusi terpidana GW dilakukan bagi terpidana Haeruddin. Terpidana ini dieksekusi setelah datang menyerahkan diri langsung ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu sekitar pukul 11.00 wita. Terpidana datang bersama pihak keluarga, katanya lagi

Dari situ terpidana kemudian diantar oleh tim menuju Lapas Klas IIA Palu. Selain eksekusi itu telah direncanakan, sebelumnya tim juga telah melakukan panggilan kepada terpidana lewat keluarganya. Kita sudah panggil sebelumnya agar terpidana memenuhi panggilan untuk melaksanakan eksekusi. Intinya terpidana kooperatif, jelas Efrifel.

Lanjut Efrivel, terpidana Haeruddin dieksekusi untuk melaksanakan hukuman pidana dari perkara GW yang pernah menjeratnya. Sebagaimana dikatakan Efrivel sebelumnya, Haeruddin akan menjalani pidana kurang lebih setahun.

Kasus GW, eksekusinya telah selesai. Semuanya sudah di dalam untuk menjalani hukuman, tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Eksekusi bagi terpidana GW dilakukan pada Selasa (17/10), hari ini yang dieksekusi adalah terpidana Jaury Oktavianus Sakung dan Hartono Taula.

Dalam perkara ini lalu, terpidana Hartono Taula selaku Direktur PT. Raymond rekanan pelaksana proyek GW Tahap I, dan terpidana Jaury Oktavianus Sakung selaku Direksi PT.Trijaya Putrapratama rekanan pelaksana proyek GW Tahap II.

Terpidana Hartono dieksekusi untuk menjalani pidana 1 tahun penjara. Sementara terpidana Jaury Oktavianus Sakung akan menjalani pidana pokok selama 4 tahun dan 6 bulan penjara.

Kemudian dari situ, pada Jumat (20/10) tim mengeksekusi dua lagi terpidana GW yakni terpidana Fahmi Thalib yang dalam proyek ini bertindak selaku konsultan atau Direktur PT. Anugrah Aftah Sulawesi. Dan terpidana Hi Asad Hi Saepa dalam proyek ini selaku Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK. Keduanya dieksekusi untuk menjalani pidana kurang lebih 1 tahun penjara.

Terakhir yang dieksekusi adalah terpidana Haeruddin pada Kamis (26/10) kemarin. Terpidana ini akan menjalani pidana kurang lebih juga selama 1 tahun penjara.

Sumber : radarsultengonline.com