Palu –Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Palu (Kejari Palu) kembali melaksanakan eksekusi terhadap 2 terpidana korupsi atas kasus Pembanguna Gedung Wanita Prov. Sulteng yakni Fahmi Thalib dan As’ad pada Jumat 20 September 2017.

Eksekusi sendiri dipimpin oleh Kasi Pidsus Efrivel S.H., bersama dengan Kasi Intel E. Yusak, S.H. sekitar pukul 16:00 WITA kedua terpidana langsung diantar ke Lapas Klas IIA Palu. Kasi Pidsus menuturkan, bahwa dari enam terpidana korupsi proyek pembangunan Gedung Wanita Prov. Sulteng, sudah lima yang di eksekusi yakni Siti Salma, Jaury Oktavianus Sakkung, Hartono, Fahmi dan As’ad. Dengan demikian sisa satu lagi terpidana korupsi pembangunan Gedung Wanita Prov. Sulteng yang belum di eksekusi, yakni Haerudin.

Baca Juga :

Menurut Kasi Pidsus ke lima terpidana kasus korupsi pembangunan Gedung Wanita Prov. Sulteng yang telah dieksekusi semuanya kooperatif, sehingga tidak mengalami kesulitan bagi Jaksa Eksekutor untuk melaksanakan eksekusi.

“Kedua terpidana yang di eksekusi hari ini juga cukup kooperatif, ketika sudah dilayangkan surat sebelumnya, mereka langsung melapor dan siap untuk dieksekusi, sehingga pada hari ini (Jumat 20/10/17) ke dua terpidana langsung di antar ke Lembaga Pemasyarakatan Klass IIA Palu untuk menjalani hukuman” tutur Kasi Pidsus.

Sebelumnya terpidana an. Haerudin sudah dipanggil, tetapi tidak datang, olehnya kepada Haerudin agar kooperatif dan menyerahkan diri.

Sebelumnya kepada media Kajari Palu, Subeno, SH menuturkan bahwa semua terpidana korupsi Gedung Wanita yang ditargetkan selesai dieksekusi pada bulan ini termasuk Haerudin. (ucp)